|
|
|
Menikah bukan untuk unjuk prestasi |
|
|
|
|
Written by Siti Wikaningtyas
|
|
Wednesday, 28 November 2007 23:49 |
|
Seorang muslimah dengan berkaca-kaca bercerita kepada saya bahwa ia ingin segera menikah. Masalah itu begitu berat membebani pikirannya bahkan mempengaruhi ibadahnya. Ia menjadi tidak tenang, shalat tidak khusyu', juga sulit tidur. Kondisi fisiknya tentu jadi ikut terpengaruh.
Saya sedih mendengar curhatnya. Saya juga mencoba memahami perasaannya. Tapi wajarkah jika hal ini mengacaukan segalanya? Ketika kuliah saya berharap bisa menikah maksimal usia 25 tahun. Namun Allah swt baru memberikan jodoh saat usia saya 27 tahun. Meski 'hanya' 2 tahun menanti, masa itu nyatanya tidaklah dapat dikatakan sebentar untuk menguji kesabaran jika tanpa ketegaran, rasa percaya diri, bebas dari prasangka dan perasaan tertekan. Satu hal yang membuat saya selalu merasa bersyukur saat itu adalah, Allah menolong saya tetap memiliki obsesi dan berkarya.
|
|
Fungsi Wanita Dalam Rumah Tangga |
|
|
|
|
Written by Teguh Prasetyo
|
|
Friday, 16 November 2007 23:47 |
|
Laki-laki yang bekerja dengan susah payah memeras keringat di luar rumah memerlukan seorang istri yang dapat menyenangkan, melegakan, menenangkan, melepaskan rasa penat badan maupun pikiran dan memberikan harapan serta semangat baru untuk menunaikan tugas-tugasnya pada hari-hari berikutnya. Tugas istri semacam ini mustahil dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh wanita karir. Sebab si wanita karir yang sepanjang hari bekerja di luar rumah, juga menghadapi problem dan beban mental yang sangat besar, bahkan mungkin lebih berat dengan apa yang dialami oleh si laki- laki.
|
|
Menjadi Suami yang Mempesona, Mengapa Tidak? |
|
|
|
|
Written by Teguh Prasetyo
|
|
Wednesday, 14 November 2007 23:48 |
|
Menjadi istri yang mempesona suami? Itu hal biasa yang telah banyak dibahas dalam berbagai literatur, kajian, diskusi dan kesempatan. Tetapi tahukah Anda wahai para suami, para istri juga menginginkan laki-laki yang mempesona sebagai suaminya. Meski gambaran suami yang mempesona boleh jadi relatif, berbeda antara satu perempuan dengan perempuan lainnya, tetapi dapat dikatakan secara umum kaum perempuan membutuhkan pesona yang dapat lebih membuat mereka senantiasa mencintai suaminya.
|
|
Kewajiban Suami terhadap Istri |
|
|
|
|
Written by Teguh Prasetyo
|
|
Thursday, 01 November 2007 23:42 |
Banyak buku atau kajian yang membahas mengenai kewajiban seorang suami. Secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua.
Pertama adalah kewajiban dan kedua adalah Kewajiban Bathiniah.
Untuk kewajiban lahiriah ini banyak sekali yang utama adalah memberikLahiriah an sandang, pangan dan papan (pakaian, makan, dan tempat tinggal) bentuk nafkah ini adalah materi yang berkaitan dengan jasad.
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |