|
Written by Mailing List
|
|
Friday, 12 June 2009 |
|
Seorang pria bangun pagi buta untuk sholat subuh di Masjid. Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid. Ditengah jalan menuju masjid, pria itu jatuh dan pakaiannya kotor. Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan LAGI berjalan menuju masjid. Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama! Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah. |
|
Read more...
|
|
|
Tobatnya Khalifah al-Makmun |
|
Written by Ust. Mashadi
|
|
Wednesday, 10 June 2009 |
|
Udara panas menyengat. Angin gurun disertai badai samun. Terasa sangat mendera. Debu-debu berterbangan. Membuat dinding-dinding tembok menjad kusam. Terkena debu. Jalan lengang di siang hari. Hanya satu dua orang yang pergi. Karena sangat perlu. Tak tahan menghadapi udara gurun yang panas. Menyengat. Kala itu, putra Khalifah al-Makmun, yang bernama Pangeran Ali sedang berada di tangsi militer. |
|
Read more...
|
|
|
Written by Semesta
|
|
Thursday, 02 April 2009 |
|
Ya, semestinya kita malu kepada tanah yang kita injak, malu kepada udara yang kita hirup, malu kepada matahari yang menerangi kita. Malu kepada pohon-pohon yang berdiri tenang. Malu terhadap nyamuk-nyamuk yang berterbangan di sekitar kita. Malu terhadap semut-semut yang merayap ketakutan. Bahkan kepada bayang-bayang diri kita sendiri. “Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Alloh yang bayangannya berbolak-balik kekanan dan kekiri dalam keadaan sujud kepada Alloh, sedang mereka berendah diri? Dan kepada Alloh sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan mereka yang diatas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).“ (QS. An-Nahl: 48-50). |
|
Read more...
|
|
|
|